Makanan Lezat Ternyata Dapat Meredakan Stres? Studi Ungkap Jalur Otak yang Menghubungkan Rasa Nikmat dan Respons Stres
Share
Banyak orang tanpa sadar memilih makanan manis, gurih, atau tinggi lemak saat sedang stres. Fenomena ini dikenal sebagai comfort eating. Selama ini, para ilmuwan mengetahui bahwa makanan yang lezat dapat membuat seseorang merasa lebih baik, tetapi mekanisme di baliknya belum sepenuhnya dipahami.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Advanced Science dan dilaporkan oleh Neuroscience News berhasil mengidentifikasi jalur saraf yang secara langsung menghubungkan sistem penghargaan (reward system) dengan pusat respons stres di otak. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa makanan yang terasa nikmat dapat memberikan rasa nyaman saat mengalami stres.
Bagaimana Makanan Lezat Memengaruhi Otak?
Saat seseorang mengonsumsi makanan yang disukai, otak melepaskan dopamin, yaitu neurotransmiter yang berperan dalam rasa senang, motivasi, dan penghargaan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dopamin tidak hanya menimbulkan rasa senang, tetapi juga membantu mengurangi aktivitas berlebihan pada pusat stres di otak melalui jalur saraf tertentu.
Jalur Baru yang Ditemukan Peneliti
Para peneliti menemukan adanya jalur saraf yang menghubungkan:
- korteks prefrontal (bagian otak yang berperan dalam pengambilan keputusan dan pengendalian emosi),
- neuron perantara di sekitar hipotalamus,
- hingga neuron penghasil hormon stres di paraventricular nucleus (PVN).
Ketika makanan yang menyenangkan dikonsumsi, dopamin mengaktifkan jalur ini sehingga aktivitas neuron pemicu stres menjadi lebih rendah. Dengan kata lain, sistem penghargaan otak dapat “menginjak rem” pada respons stres.
Mengapa Kita Sering Mencari “Comfort Food”?
Dalam penelitian pada hewan, stres kronis menyebabkan neuron pemicu stres menjadi sangat aktif dan memunculkan perilaku mirip kecemasan.
Menariknya, konsumsi makanan yang lezat mampu menurunkan aktivitas neuron tersebut sekaligus memperbaiki perilaku yang berkaitan dengan stres. Hal ini memberikan penjelasan biologis mengapa banyak orang merasa lebih tenang setelah menikmati makanan favoritnya.
Namun Ada Sisi Lain yang Perlu Diwaspadai
Meski makanan lezat dapat memberikan efek menenangkan sementara, bukan berarti mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak secara berlebihan merupakan cara yang sehat untuk mengatasi stres.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa stres kronis yang dipadukan dengan pola makan tinggi kalori justru dapat meningkatkan keinginan terhadap makanan manis dan berlemak, memicu makan berlebihan, serta meningkatkan risiko obesitas.
Artinya, efek menenangkan yang dirasakan dalam jangka pendek dapat berubah menjadi kebiasaan yang berdampak buruk bila tidak dikendalikan.
Apa Arti Temuan Ini?
Penelitian ini memberikan pemahaman baru bahwa hubungan antara sistem penghargaan dan sistem stres di otak ternyata sangat erat.
Dengan memahami jalur saraf tersebut, para ilmuwan berharap dapat mengembangkan terapi baru untuk membantu mengatasi:
- stres kronis,
- gangguan kecemasan,
- gangguan makan akibat stres,
- hingga obesitas yang berkaitan dengan kebiasaan emotional eating.
Cara Mengelola Stres dengan Lebih Sehat
Makanan dapat menjadi salah satu sumber kenyamanan, tetapi bukan satu-satunya. Untuk membantu mengendalikan stres secara lebih sehat, Anda dapat:
- rutin berolahraga,
- tidur yang cukup,
- melakukan relaksasi atau meditasi,
- menjaga hubungan sosial,
- memilih makanan bergizi seimbang,
- serta membatasi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak sebagai pelarian emosi.
Kesimpulan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan yang lezat dapat mengaktifkan sistem penghargaan otak dan menekan aktivitas pusat stres melalui jalur saraf yang baru ditemukan. Temuan ini membantu menjelaskan mengapa comfort food dapat memberikan rasa nyaman saat stres. Namun, para ahli mengingatkan bahwa makanan sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara mengatasi tekanan emosional karena konsumsi berlebihan justru dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan obesitas.
Sebagai partner kesehatan keluarga, Apotek Hiro mengajak Anda mengelola stres secara menyeluruh melalui pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan dukungan sosial. Menikmati makanan favorit sesekali tidak masalah, tetapi kesehatan jangka panjang tetap bergantung pada kebiasaan hidup yang sehat dan konsisten.