Mata Kering dan Iritasi Mata: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Share
Mata terasa perih, kering, atau seperti mengganjal setelah seharian menatap layar? Keluhan ini semakin umum dirasakan seiring meningkatnya penggunaan gadget dan komputer, serta paparan udara kering ber-AC atau cuaca panas berdebu. Mata kering dan iritasi mata memang jarang berbahaya, namun bila dibiarkan dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas sehari-hari. Berikut penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasinya.
Apa Itu Mata Kering?
Mata kering (dry eye) terjadi ketika permukaan mata tidak mendapat pelumasan yang cukup, baik karena produksi air mata yang berkurang maupun kualitas air mata yang kurang baik sehingga terlalu cepat menguap. Air mata sendiri memiliki peran penting untuk melumasi permukaan mata, membersihkan partikel asing, serta membantu menjaga penglihatan tetap jernih.
Penyebab Umum Mata Kering dan Iritasi
Terlalu lama menatap layar (digital eye strain). Saat fokus pada layar gadget, komputer, atau televisi, frekuensi berkedip cenderung berkurang secara signifikan. Padahal berkedip berperan penting meratakan lapisan air mata di permukaan mata.
Paparan lingkungan. Udara ber-AC yang kering, angin, asap, debu, serta cuaca panas dan kering seperti saat musim kemarau dapat mempercepat penguapan air mata dan memicu iritasi.
Penggunaan lensa kontak dalam waktu lama. Lensa kontak dapat menyerap sebagian kelembapan alami mata, terutama jika dipakai melebihi durasi yang dianjurkan.
Faktor usia dan hormon. Produksi air mata cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan perubahan hormon terutama pada wanita menopause juga dapat memengaruhi kondisi ini.
Efek samping obat tertentu. Beberapa jenis obat seperti antihistamin, dekongestan, obat tekanan darah tertentu, dan beberapa obat antidepresan dapat mengurangi produksi air mata sebagai efek sampingnya.
Kondisi medis tertentu. Gangguan pada kelenjar air mata, alergi, blefaritis (peradangan pada kelopak mata), serta beberapa penyakit autoimun juga dapat menyebabkan mata kering kronis.
Gejala yang Perlu Dikenali
Gejala mata kering dan iritasi meliputi rasa perih, panas, atau seperti terbakar pada mata, sensasi seperti ada pasir atau benda asing yang mengganjal, mata merah, penglihatan buram yang membaik sesaat setelah berkedip, sensitif terhadap cahaya, serta — cukup mengejutkan — mata yang justru berair berlebihan sebagai respons kompensasi tubuh terhadap permukaan mata yang kering.
Cara Mengatasi Mata Kering dan Iritasi
Terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Kebiasaan ini membantu mengurangi kelelahan mata akibat paparan layar yang terlalu lama.
Sadari dan biasakan berkedip lebih sering. Saat fokus bekerja di depan layar, cobalah untuk secara sadar berkedip lebih sering guna menjaga permukaan mata tetap lembap.
Jaga kelembapan udara di sekitar. Gunakan humidifier di ruangan ber-AC, dan hindari mengarahkan angin AC atau kipas langsung ke wajah.
Gunakan air mata buatan (tetes mata pelumas). Tetes mata bebas atau air mata buatan yang dijual di apotek dapat membantu melembapkan mata yang kering akibat aktivitas sehari-hari. Pilih produk yang sesuai kebutuhan dan ikuti petunjuk pemakaian pada kemasan.
Lindungi mata dari debu dan angin. Gunakan kacamata pelindung saat berkendara motor atau berada di lingkungan berdebu, terutama saat musim kemarau.
Perhatikan penggunaan lensa kontak. Ikuti durasi pemakaian yang dianjurkan, jangan tidur dengan lensa kontak terpasang kecuali memang dirancang khusus untuk itu, dan jaga kebersihannya dengan baik.
Cukupi asupan cairan dan nutrisi. Minum air putih yang cukup serta konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 (seperti ikan, kacang-kacangan) dapat mendukung kualitas air mata yang lebih baik.
Memilih Tetes Mata yang Tepat
Di apotek, tersedia berbagai jenis tetes mata yang beredar bebas, mulai dari yang berfungsi sebagai pelumas sederhana hingga yang mengandung bahan tambahan untuk kondisi tertentu seperti kemerahan atau alergi. Untuk penggunaan sehari-hari akibat mata lelah karena layar atau debu, tetes mata pelumas (air mata buatan) tanpa pengawet umumnya lebih disarankan terutama bila digunakan lebih dari 4 kali sehari, karena kandungan pengawet pada penggunaan yang terlalu sering berpotensi menimbulkan iritasi tambahan pada sebagian orang.
Hindari penggunaan tetes mata yang mengandung dekongestan (biasanya diklaim untuk "menghilangkan mata merah") secara terus-menerus tanpa anjuran, karena penggunaan jangka panjang justru dapat menyebabkan efek rebound di mana mata menjadi lebih merah setelah efek obat habis. Bila ragu memilih jenis tetes mata yang sesuai dengan keluhan Anda, apoteker dapat membantu memberikan rekomendasi yang tepat.
Kapan Harus Periksa ke Dokter Mata?
Segera periksakan diri ke dokter mata apabila keluhan mata kering tidak membaik meski sudah menggunakan tetes mata bebas selama beberapa hari, disertai nyeri hebat atau penurunan penglihatan, mata sangat merah dengan keluarnya cairan/kotoran mata yang banyak, atau bila Anda menggunakan lensa kontak dan mengalami gejala tersebut, karena berisiko terjadinya infeksi yang memerlukan penanganan khusus.
Kebiasaan Sehari-hari untuk Mencegah Mata Kering Kambuh
Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa kebiasaan kecil yang bila diterapkan secara konsisten dapat membantu mencegah keluhan mata kering muncul kembali. Atur posisi layar komputer sedikit di bawah garis pandang mata agar mata tidak terlalu terbuka lebar saat menatap layar, sehingga permukaan mata yang terpapar udara lebih sedikit. Sesekali tutup mata selama beberapa detik di sela-sela pekerjaan untuk memberi waktu istirahat. Bersihkan kelopak mata secara rutin, terutama bagi yang sering menggunakan riasan mata, untuk mencegah penyumbatan kelenjar minyak di sekitar bulu mata yang juga berperan menjaga kualitas air mata. Terakhir, batasi penggunaan gadget menjelang tidur, karena selain berdampak pada kualitas tidur, kebiasaan ini juga menambah durasi paparan layar harian yang sudah tinggi bagi banyak orang.
Mata kering dan iritasi memang sering dianggap sepele, tetapi bila dibiarkan berkepanjangan dapat memengaruhi kenyamanan beraktivitas sehari-hari. Dengan kebiasaan yang tepat dan pemilihan produk yang sesuai, keluhan ini umumnya dapat dikendalikan dengan baik.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker. Untuk kondisi kesehatan spesifik, silakan konsultasikan dengan tenaga medis profesional.