Mudah Lelah dan Kurang Motivasi? Studi Baru Ungkap Peran Vitamin B12, Folat, dan Homosistein
Share
Rasa lelah sering dianggap hanya akibat kurang tidur, terlalu banyak bekerja, atau stres berkepanjangan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelelahan juga bisa berkaitan dengan kondisi nutrisi tubuh, terutama kadar vitamin B12 dan folat.
Sebuah studi yang dibahas oleh Neuroscience News menemukan bahwa kekurangan vitamin B12 dan folat dapat meningkatkan kadar homosistein dalam darah. Menariknya, kadar homosistein yang tinggi dikaitkan dengan kelelahan fisik pada pria dan penurunan motivasi pada wanita.
Apa Itu Homosistein?
Homosistein adalah senyawa alami yang terbentuk dalam proses metabolisme tubuh. Dalam kadar normal, tubuh dapat mengolahnya dengan bantuan beberapa vitamin, terutama:
- vitamin B12,
- folat atau vitamin B9,
- dan vitamin B6.
Namun ketika tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat, kadar homosistein dapat meningkat. Selama ini, homosistein tinggi lebih sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, demensia, dan gangguan tulang. Penelitian terbaru ini menambahkan kemungkinan hubungan baru: kelelahan dan rendahnya motivasi.
Apa yang Ditemukan Penelitian?
Penelitian dari Osaka Metropolitan University ini melibatkan sekitar 600 orang dewasa sehat di Jepang. Para peneliti mengukur kadar homosistein, folat, dan vitamin B12 dalam darah, lalu menilai tingkat kelelahan dan motivasi peserta menggunakan skala penilaian khusus.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta dengan kadar homosistein lebih tinggi umumnya memiliki kadar vitamin B12 dan folat yang lebih rendah.
Setelah faktor seperti usia, durasi tidur, beban kerja, dan kebiasaan makan diperhitungkan, peneliti menemukan pola yang menarik:
- pada pria, homosistein tinggi lebih berkaitan dengan kelelahan fisik;
- pada wanita, homosistein tinggi lebih berkaitan dengan penurunan motivasi.
Mengapa Vitamin B12 dan Folat Penting?
Vitamin B12 dan folat berperan dalam berbagai proses penting tubuh, termasuk:
- pembentukan sel darah merah,
- fungsi saraf,
- metabolisme energi,
- produksi DNA,
- dan pengaturan homosistein.
Jika tubuh kekurangan nutrisi ini, seseorang bisa mengalami keluhan seperti mudah lelah, sulit fokus, lemas, kesemutan, atau suasana hati yang tidak stabil.
Namun, gejala kekurangan B12 dan folat sering kali muncul perlahan sehingga mudah dianggap sebagai kelelahan biasa.
Siapa yang Lebih Berisiko Kekurangan B12 dan Folat?
Beberapa kelompok lebih rentan mengalami kekurangan vitamin B12 dan folat, antara lain:
- lansia,
- vegetarian atau vegan,
- orang dengan gangguan lambung atau penyerapan nutrisi,
- pengguna obat asam lambung jangka panjang,
- pengguna metformin,
- orang dengan pola makan tidak seimbang,
- dan individu dengan konsumsi sayur hijau, protein hewani, atau makanan bergizi yang rendah.
Karena itu, rasa lelah yang berlangsung lama sebaiknya tidak selalu dianggap sepele.
Sumber Makanan Vitamin B12 dan Folat
Vitamin B12 umumnya banyak ditemukan pada makanan hewani seperti:
- ikan,
- telur,
- susu,
- daging,
- ayam,
- dan produk olahan hewani lainnya.
Sementara folat banyak terdapat pada:
- sayuran hijau,
- kacang-kacangan,
- alpukat,
- jeruk,
- brokoli,
- hati,
- dan biji-bijian.
Pola makan yang seimbang tetap menjadi cara utama untuk membantu tubuh memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Apakah Perlu Minum Suplemen?
Tidak semua orang perlu langsung mengonsumsi suplemen vitamin B12 atau folat. Namun bila seseorang sering mengalami kelelahan berkepanjangan, kurang motivasi, kesemutan, pucat, atau sulit fokus, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengetahui apakah ada kekurangan nutrisi tertentu.
Suplemen sebaiknya digunakan sesuai kebutuhan tubuh dan, bila perlu, berdasarkan saran tenaga kesehatan.
Lelah Bukan Selalu Karena Kurang Tidur
Penelitian ini memberi pesan penting bahwa kelelahan bisa memiliki banyak penyebab. Tidur cukup tetap penting, tetapi tubuh juga membutuhkan bahan baku nutrisi agar metabolisme, saraf, dan energi bekerja optimal.
Jika tubuh kekurangan vitamin penting seperti B12 dan folat, rasa lelah bisa tetap muncul meskipun waktu tidur sudah cukup.
Menjaga Energi Tubuh Dimulai dari Nutrisi Harian
Kesehatan tubuh tidak hanya ditentukan oleh istirahat dan olahraga, tetapi juga oleh kecukupan nutrisi harian. Vitamin B12 dan folat menjadi contoh bagaimana zat gizi mikro dapat memengaruhi energi, motivasi, dan kualitas hidup sehari-hari.
Sebagai partner kesehatan keluarga, Apotek Hiro hadir membantu kebutuhan kesehatan harian Anda melalui vitamin, suplemen, dan produk kesehatan untuk mendukung tubuh tetap aktif, bertenaga, dan seimbang setiap hari.
Karena terkadang, rasa lelah yang terus muncul bukan hanya tanda kurang istirahat—tetapi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian nutrisi yang lebih baik.