Paratusin untuk Apa? Kenali Kandungan, Manfaat, dan Dosisnya

Paratusin adalah obat kombinasi yang digunakan untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk. Produk dari Darya-Varia ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, termasuk varian Paratusin DMP yang diformulasikan khusus untuk batuk kering.

Artikel ini membahas kandungan, manfaat, dosis, cara pakai, hingga efek samping Paratusin agar kamu bisa menggunakannya dengan lebih tepat dan aman.

Paratusin Obat Apa?

Paratusin tergolong obat bebas terbatas, artinya bisa dibeli tanpa resep dokter di apotek, namun tetap perlu memperhatikan aturan pakai dan peringatan pada kemasan karena mengandung kombinasi bahan aktif yang bisa menimbulkan efek samping tertentu, seperti kantuk.

Paratusin untuk Apa?

Paratusin digunakan untuk meredakan berbagai gejala flu sekaligus, meliputi:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Hidung tersumbat dan pilek
  • Bersin-bersin
  • Batuk

Varian Paratusin DMP secara khusus ditujukan untuk membantu meredakan batuk kering atau batuk yang tidak berdahak, sedangkan Paratusin reguler mencakup batuk secara lebih umum.

Kandungan Paratusin

Paratusin Tablet per tablet mengandung:

  • Paracetamol 500 mg
  • Phenylpropanolamine HCl 15 mg
  • Chlorpheniramine Maleate (CTM) 2 mg
  • Noscapine 10 mg
  • Guaifenesin 50 mg

Paratusin Syrup per 5 ml mengandung Paracetamol 125 mg, Pseudoephedrine HCl 7,5 mg, CTM, Noscapine, Guaifenesin, dan Succus Liquiritiae dengan takaran yang disesuaikan untuk anak.

Paratusin DMP Tablet per tablet mengandung Paracetamol 500 mg, Phenylpropanolamine HCl 15 mg, CTM 2 mg, dan Dextromethorphan HBr 10 mg sebagai pengganti kombinasi noscapine-guaifenesin, sehingga lebih difokuskan untuk meredakan batuk kering.

Karena beberapa sumber menyebutkan takaran yang sedikit berbeda, terutama pada sediaan sirup, pastikan kamu mengecek komposisi lengkap pada kemasan resmi yang kamu beli.

Manfaat Paratusin

  • Menurunkan demam.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Melegakan hidung tersumbat dan mengurangi bersin akibat pilek.
  • Membantu meredakan batuk (DMP untuk batuk kering, reguler untuk batuk yang disertai dahak).

Cara Kerja Paratusin

Paratusin bekerja melalui kombinasi beberapa bahan aktif dengan fungsi berbeda: paracetamol sebagai pereda nyeri dan penurun demam, phenylpropanolamine/pseudoephedrine sebagai dekongestan untuk melegakan hidung tersumbat, CTM sebagai antihistamin untuk meredakan bersin dan pilek, serta noscapine dan guaifenesin (atau dextromethorphan pada varian DMP) untuk meredakan batuk. Kombinasi ini membuat Paratusin bekerja pada beberapa gejala flu sekaligus.

Dosis Paratusin

Tablet dewasa: 1 tablet, 3 kali sehari.

Tablet anak usia 6-12 tahun: ¼-½ tablet, 3-4 kali sehari.

Sirup anak usia 6-12 tahun: 5-10 ml, 3-4 kali sehari.

Sirup anak usia 1-6 tahun: 2,5-5 ml, 3-4 kali sehari.

Paratusin DMP tablet dewasa: 1 tablet setiap 6-8 jam, maksimal 4 tablet per hari.

Dosis di atas bersifat umum dan dapat berbeda tergantung kemasan yang kamu beli. Gunakan sesuai aturan pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker.

Cara Menggunakan Paratusin

  • Minum tablet dengan air putih, sebaiknya setelah makan.
  • Kocok dahulu sirup Paratusin sebelum digunakan dan gunakan sendok takar yang tersedia.
  • Jangan menggunakan lebih dari dosis maksimal yang tertera pada kemasan.
  • Hindari mengonsumsi bersama obat flu atau obat batuk lain yang mengandung bahan aktif serupa untuk mencegah dosis berlebih.
  • Gunakan sesuai aturan pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker.

Efek Samping Paratusin

  • Mengantuk (efek dari kandungan CTM)
  • Mulut kering
  • Gangguan pencernaan seperti mual atau muntah
  • Gelisah atau tremor
  • Jantung berdebar

Efek samping yang jarang namun perlu diwaspadai meliputi reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak pada wajah atau lidah, hingga sulit bernapas. Jika ini terjadi, segera hentikan penggunaan dan cari pertolongan medis.

Peringatan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Karena dapat menyebabkan kantuk, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi Paratusin.
  • Tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi yang tidak terkontrol, penyakit jantung koroner, atau hipertiroidisme karena kandungan dekongestannya.
  • Perlu perhatian khusus pada penderita gangguan fungsi ginjal atau hati, glaukoma, dan gangguan prostat.
  • Hindari kombinasi dengan obat golongan MAOI, obat penekan sistem saraf pusat, atau antihistamin lain tanpa anjuran dokter.
  • Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan produk ini.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

  • Penderita hipertensi, penyakit jantung, atau hipertiroidisme.
  • Penderita gangguan ginjal, hati, glaukoma, atau pembesaran prostat.
  • Orang yang sedang mengonsumsi obat golongan MAOI atau obat pengencer darah.
  • Ibu hamil dan menyusui.
  • Anak-anak, yang penggunaannya perlu disesuaikan dengan dosis dan sediaan khusus anak.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter apabila:

  • Gejala flu tidak membaik setelah sekitar 3 hari penggunaan.
  • Demam tinggi menetap atau semakin memberat.
  • Muncul reaksi alergi seperti sesak napas, bengkak pada wajah/lidah, atau kejang.
  • Batuk disertai dahak berwarna kehijauan/kekuningan pekat, nyeri dada, atau sesak napas.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa beda Paratusin dan Paratusin DMP?
Paratusin reguler mengandung noscapine dan guaifenesin untuk membantu meredakan batuk secara umum, sedangkan Paratusin DMP mengandung dextromethorphan yang lebih difokuskan untuk meredakan batuk kering atau tidak berdahak.

Apakah Paratusin bisa menyebabkan kantuk?
Ya, kandungan CTM dalam Paratusin dapat menimbulkan efek kantuk. Sebaiknya hindari mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan tinggi setelah mengonsumsinya.

Apakah Paratusin aman untuk penderita darah tinggi?
Paratusin mengandung dekongestan yang dapat memengaruhi tekanan darah, sehingga penderita hipertensi sebaiknya berkonsultasi ke dokter atau apoteker sebelum menggunakannya.

Bolehkah Paratusin diminum bersama obat flu lain?
Sebaiknya tidak, karena berisiko menyebabkan dosis berlebih pada bahan aktif yang sama, seperti paracetamol atau antihistamin. Konsultasikan ke apoteker bila kamu perlu mengombinasikan dengan obat lain.

Kesimpulan

Paratusin adalah obat bebas terbatas yang membantu meredakan berbagai gejala flu sekaligus, mulai dari demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hingga batuk, dengan pilihan varian DMP untuk batuk kering. Karena mengandung kombinasi beberapa bahan aktif, penggunaannya perlu memperhatikan dosis, potensi efek kantuk, serta kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi. Gunakan sesuai aturan pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker, dan periksakan diri ke dokter apabila gejala tidak kunjung membaik.

Back to blog