Penelitian Baru: Konsumsi Kacang Setiap Hari Dikaitkan dengan Risiko Kanker Kolon yang Lebih Rendah
Share
Kanker kolorektal atau kanker usus besar merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan di dunia. Selain faktor genetik, pola makan dan gaya hidup juga berperan penting dalam memengaruhi risikonya.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kacang-kacangan secara rutin dikaitkan dengan risiko kanker kolon yang lebih rendah. Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa kacang bukanlah obat pencegah kanker, melainkan bagian dari pola makan sehat yang dapat mendukung kesehatan usus.
Mengapa Kacang Bermanfaat?
Kacang-kacangan mengandung berbagai nutrisi penting, seperti:
- serat,
- protein nabati,
- lemak tak jenuh,
- vitamin dan mineral,
- serta senyawa antioksidan dan fitokimia.
Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Apa yang Ditemukan Penelitian?
Dalam penelitian terbaru, orang yang mengonsumsi kacang-kacangan secara rutin memiliki risiko kanker kolon yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.
Para peneliti memperkirakan manfaat tersebut berkaitan dengan kandungan serat dan senyawa bioaktif dalam kacang yang membantu menjaga kesehatan mikrobiota usus, mengurangi peradangan, dan mendukung fungsi normal sel-sel usus.
Namun, penelitian ini menunjukkan hubungan (asosiasi), bukan membuktikan bahwa konsumsi kacang secara langsung mencegah kanker.
Jenis Kacang yang Baik Dikonsumsi
Beberapa pilihan kacang yang dapat menjadi bagian dari pola makan sehat antara lain:
- almond,
- kenari (walnut),
- pistachio,
- kacang tanah,
- kacang mete,
- serta kacang kedelai dan olahannya.
Pilih kacang tanpa tambahan garam atau gula berlebihan untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal.
Berapa Banyak yang Dianjurkan?
Sebagian besar pedoman gizi menyarankan konsumsi sekitar segenggam kecil (± 28–30 gram) kacang per hari sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Karena kacang mengandung kalori yang cukup tinggi, konsumsilah dalam jumlah yang wajar.
Tips Menambahkan Kacang ke Menu Harian
Anda dapat mencoba beberapa cara berikut:
- menambahkan almond atau kenari ke oatmeal,
- mencampurkan kacang ke dalam salad,
- menjadikan kacang sebagai camilan sehat,
- atau menambahkan kacang kedelai ke dalam berbagai masakan.
Cara Lain Menurunkan Risiko Kanker Kolon
Selain mengonsumsi kacang, beberapa kebiasaan sehat yang dianjurkan meliputi:
- memperbanyak konsumsi buah dan sayuran,
- mengonsumsi makanan tinggi serat,
- membatasi daging olahan,
- rutin berolahraga,
- menjaga berat badan ideal,
- tidak merokok,
- serta membatasi konsumsi alkohol.
Bagi orang yang memiliki faktor risiko tertentu, skrining kanker kolorektal sesuai anjuran dokter juga sangat penting.
Kesimpulan
Konsumsi kacang-kacangan secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolon. Meski demikian, kacang bukanlah pengganti pemeriksaan kesehatan atau terapi medis. Gaya hidup sehat secara keseluruhan tetap menjadi langkah terbaik untuk membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis.
Apotek Hiro mengajak Anda untuk mulai memilih camilan yang lebih sehat. Mengganti camilan tinggi gula atau tinggi garam dengan kacang-kacangan tanpa tambahan garam dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan usus dan mendukung pola makan yang lebih baik setiap hari.