Polusi Udara Jakarta Memburuk: Waspada ISPA dan Cara Melindungi Diri serta Keluarga
Share
Kualitas udara di Jakarta dan sejumlah kota besar di sekitarnya belakangan ini kembali menjadi sorotan. Awal September 2026, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengeluarkan peringatan bahwa indeks kualitas udara sempat berada pada level tidak sehat, dengan partikel halus PM2.5 sebagai polutan utama. Kondisi ini membuat risiko gangguan pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), meningkat di masyarakat.
Bagi Anda yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan kualitas udara buruk, penting untuk memahami apa itu ISPA, siapa saja yang paling berisiko, serta langkah-langkah praktis untuk melindungi diri dan keluarga.
Apa Itu ISPA dan Mengapa Polusi Udara Meningkatkan Risikonya?
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Paparan polusi udara dalam jangka pendek maupun panjang dapat mengiritasi dan merusak lapisan saluran napas, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus maupun bakteri. Partikel halus seperti PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga mampu masuk jauh ke dalam saluran napas bahkan hingga ke paru-paru, memicu peradangan dan memperberat gejala pada orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Meski polusi udara dapat berdampak pada siapa saja, beberapa kelompok berikut perlu ekstra hati-hati:
- Bayi dan anak-anak, karena sistem pernapasan dan imunnya belum berkembang sempurna
- Ibu hamil
- Lansia
- Penderita asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), atau gangguan jantung
- Orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti pengendara motor atau pekerja lapangan
Gejala ISPA yang Perlu Diwaspadai
Gejala ISPA umumnya meliputi batuk, pilek, hidung tersumbat, tenggorokan gatal atau nyeri, bersin-bersin, dan terkadang disertai demam ringan. Pada sebagian orang, terutama kelompok rentan, gejala dapat berkembang lebih berat seperti sesak napas, napas berbunyi (mengi), nyeri dada, atau demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, disertai sesak napas, atau muncul pada bayi, lansia, maupun penderita penyakit kronis, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Cara Melindungi Diri dan Keluarga Saat Kualitas Udara Buruk
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko dampak polusi udara terhadap kesehatan:
- Pantau indeks kualitas udara (AQI) di wilayah Anda melalui aplikasi atau situs resmi sebelum beraktivitas di luar ruangan.
- Kurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak saat AQI berada pada kategori tidak sehat, terutama pada pagi dan sore hari ketika polusi cenderung lebih tinggi.
- Gunakan masker yang sesuai, seperti masker N95 atau KN95, saat harus beraktivitas di luar ruangan, karena masker jenis ini lebih efektif menyaring partikel halus dibandingkan masker kain biasa.
- Jaga sirkulasi dan kebersihan udara dalam ruangan, misalnya dengan menutup jendela saat kualitas udara luar buruk dan menggunakan air purifier bila tersedia.
- Cukupi kebutuhan cairan tubuh untuk membantu menjaga kelembapan saluran napas.
- Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik ringan yang tidak dilakukan di area dengan polusi tinggi.
- Bagi penderita asma atau PPOK, pastikan obat-obatan pengendali (controller) tersedia dan digunakan sesuai anjuran dokter.
Peran Apotek dalam Membantu Anda Menghadapi Musim Polusi
Apotek Hiro menyediakan berbagai kebutuhan yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan pernapasan selama masa kualitas udara buruk, seperti masker, cairan pencuci hidung (nasal saline), serta obat-obatan bebas dan bebas terbatas untuk meredakan gejala ringan seperti batuk, pilek, atau demam. Meski begitu, penggunaan obat tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu, terutama bila gejala tidak kunjung membaik atau dialami oleh anak-anak, ibu hamil, maupun penderita penyakit kronis.
Memilih dan Menggunakan Masker dengan Tepat
Tidak semua jenis masker memberikan perlindungan yang sama terhadap polusi udara. Masker kain umumnya kurang efektif menyaring partikel halus seperti PM2.5. Masker bedah (surgical mask) memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik, namun untuk perlindungan optimal saat kualitas udara sangat buruk, masker jenis N95 atau KN95 lebih disarankan karena dirancang untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil. Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan rapat tanpa celah, serta gantilah masker secara berkala, terutama jika sudah lembap atau kotor.
Dampak Jangka Panjang jika Terus-menerus Terpapar Polusi Udara
Paparan polusi udara yang berlangsung berulang dalam jangka panjang, tidak hanya saat kualitas udara sedang buruk, juga perlu diperhatikan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan polusi udara kronis dapat berkontribusi terhadap penurunan fungsi paru, memperberat kondisi asma atau PPOK yang sudah ada, serta meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada kelompok berisiko. Oleh karena itu, langkah perlindungan sebaiknya tetap diterapkan secara konsisten, bukan hanya saat kualitas udara dilaporkan sangat buruk.
Tips Tambahan bagi yang Beraktivitas di Luar Ruangan
- Pilih waktu beraktivitas di luar ruangan pada saat kualitas udara relatif lebih baik, misalnya menghindari jam-jam kepadatan lalu lintas.
- Bagi pengendara motor, gunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan langsung terhadap debu dan asap kendaraan.
- Bersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian) setelah beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.
- Perhatikan gejala pada anak-anak yang mungkin belum bisa menyampaikan keluhannya dengan jelas, seperti rewel berlebihan, napas cepat, atau tampak lemas.
Kondisi kualitas udara yang tidak menentu memang tidak sepenuhnya dapat dihindari, namun dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara dapat diminimalkan.
Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti konsultasi dengan dokter atau apoteker. Untuk kondisi kesehatan spesifik, silakan konsultasikan dengan tenaga medis profesional.