Suplemen Kolagen: Benarkah Efektif untuk Kulit? Ini Pendapat Para Dermatolog

 

Kolagen menjadi salah satu suplemen paling populer dalam beberapa tahun terakhir.

Mulai dari bentuk:

  • bubuk,
  • kapsul,
  • minuman,
  • hingga gummy,

produk kolagen banyak dipromosikan dengan klaim dapat membantu:

  • mengurangi kerutan,
  • membuat kulit lebih kenyal,
  • meningkatkan elastisitas kulit,
  • memperkuat rambut dan kuku,
  • hingga mendukung kesehatan sendi.  

Namun pertanyaan yang sering muncul adalah:

Apakah suplemen kolagen benar-benar bekerja?

Menurut beberapa dermatolog yang diwawancarai oleh Vogue, jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan manfaat tertentu, tetapi banyak ahli juga mengingatkan bahwa klaim kolagen sering kali lebih besar daripada bukti ilmiahnya.  

Apa Itu Kolagen?

Kolagen adalah protein paling melimpah dalam tubuh manusia.

Protein ini berfungsi memberikan struktur dan kekuatan pada:

  • kulit,
  • tulang,
  • tendon,
  • ligamen,
  • otot,
  • dan jaringan ikat lainnya.  

Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami mulai menurun, bahkan sejak usia pertengahan 20-an. Penurunan inilah yang berkontribusi terhadap munculnya:

  • garis halus,
  • kerutan,
  • kulit yang mulai kendur,
  • dan perubahan pada jaringan tubuh lainnya.  

Bagaimana Suplemen Kolagen Bekerja?

Sebagian besar suplemen kolagen mengandung hydrolyzed collagen atau collagen peptides, yaitu kolagen yang telah dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah diserap tubuh.  

Namun para dermatolog menegaskan bahwa kolagen yang diminum tidak langsung berpindah ke kulit.

Ketika dikonsumsi, kolagen akan dipecah menjadi asam amino di saluran pencernaan, lalu digunakan tubuh sesuai kebutuhannya.  

Artinya, tubuh tidak otomatis mengarahkan kolagen tersebut hanya untuk memperbaiki kulit.

Apa Kata Penelitian?

Beberapa studi dan meta-analisis menunjukkan bahwa konsumsi kolagen secara rutin dapat membantu meningkatkan:

  • hidrasi kulit,
  • elastisitas kulit,
  • dan kualitas kulit secara umum.  

Sebuah tinjauan sistematis menemukan bahwa konsumsi kolagen sekitar 1–10 gram per hari berkaitan dengan peningkatan kelembapan dan elastisitas kulit pada sejumlah peserta penelitian.  

Namun para ahli juga mengingatkan bahwa kualitas penelitian masih bervariasi dan tidak semua studi menunjukkan hasil yang sama.  

Mengapa Banyak Dermatolog Masih Hati-Hati?

Menurut para dermatolog, salah satu masalah utama adalah:

belum ada bukti kuat bahwa kolagen yang dikonsumsi benar-benar akan terkonsentrasi pada kulit.  

Tubuh dapat menggunakan asam amino hasil pemecahan kolagen untuk berbagai kebutuhan lain seperti:

  • otot,
  • tulang,
  • jaringan ikat,
  • atau proses metabolisme lainnya.  

Karena itu hasil penggunaan kolagen bisa berbeda pada setiap orang.

Apakah Kolagen Aman?

Secara umum, suplemen kolagen dianggap relatif aman bagi kebanyakan orang.  

Namun beberapa orang dapat mengalami:

  • kembung,
  • rasa penuh di perut,
  • atau gangguan pencernaan ringan.  

Selain itu, orang yang memiliki alergi terhadap:

  • ikan,
  • seafood,
  • telur,
  • atau sumber hewani tertentu

perlu memperhatikan asal bahan kolagen yang digunakan.  

Kolagen Bukan Pengganti Skincare yang Terbukti Efektif

Hal yang paling ditekankan oleh para dermatolog adalah:

jangan mengandalkan kolagen sebagai solusi utama anti-aging.  

Metode yang memiliki bukti lebih kuat untuk menjaga kolagen kulit antara lain:

  • penggunaan sunscreen setiap hari,
  • retinoid atau retinol,
  • vitamin C,
  • tidur yang cukup,
  • tidak merokok,
  • dan pola makan bergizi.  

Karena paparan sinar UV justru menjadi salah satu penyebab terbesar kerusakan kolagen alami pada kulit.  

Apakah Marine Collagen Lebih Baik?

Belakangan marine collagen atau kolagen dari ikan semakin populer.

Beberapa penelitian menunjukkan marine collagen memiliki ukuran peptida yang lebih kecil sehingga kemungkinan lebih mudah diserap tubuh dibandingkan kolagen sapi.  

Namun para ahli menilai bahwa meskipun penyerapannya mungkin lebih baik, dampak nyata terhadap kulit masih memerlukan penelitian lebih lanjut.  

Nutrisi yang Membantu Produksi Kolagen Alami

Selain suplemen, tubuh sebenarnya dapat memproduksi kolagen sendiri bila mendapatkan nutrisi yang cukup.

Beberapa nutrisi penting yang mendukung pembentukan kolagen antara lain:

  • protein,
  • vitamin C,
  • zinc,
  • tembaga,
  • dan asam amino tertentu.  

Sumber makanan yang baik antara lain:

  • ikan,
  • telur,
  • ayam,
  • buah sitrus,
  • paprika,
  • sayuran hijau,
  • dan kacang-kacangan.

Jadi, Apakah Suplemen Kolagen Layak Dicoba?

Menurut para dermatolog, suplemen kolagen mungkin dapat membantu sebagian orang, terutama untuk hidrasi dan elastisitas kulit, tetapi hasilnya biasanya tidak dramatis.  

Kolagen lebih tepat dianggap sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan solusi utama untuk mencegah penuaan kulit.  

Karena pada akhirnya, kesehatan kulit tetap paling dipengaruhi oleh:

  • perlindungan terhadap sinar matahari,
  • pola makan bergizi,
  • kualitas tidur,
  • hidrasi,
  • dan kebiasaan hidup sehari-hari.  

Sebagai partner kesehatan keluarga, Apotek Hiro hadir membantu kebutuhan kesehatan harian Anda melalui vitamin, suplemen, dan produk kesehatan untuk mendukung kesehatan kulit, tubuh, dan kualitas hidup yang lebih baik setiap hari.

Karena kulit sehat tidak hanya dibangun dari satu suplemen, tetapi dari kebiasaan sehat yang dijaga secara konsisten.  

Back to blog